Photobucket

Minggu, 14 Agustus 2011

Rona Hidup Rona


Resensi Buku

Judul Buku      : Rona Hidup Rona
Penulis             : Mia Arsjad
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun Terbit    : Juli, 2007
Tebal Hal         : 320 hlm ; 20 cm

 Akhirnya Rona berani juga untuk mengambil keputusan. Ia mengakhiri pertunangannya dengn Tion yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Pernikahan yang nyaris di depan mata itu tamat dan menyebabkan keluarga Rona dan keluarga Tion kelabakan dan marah besar.

Perpisahan dimana-mana menimbulkan rasa kehilangan. Begitu juga yang dialami Rona. Ada yang hilang dari hari-harinya sejak ia berpisah dengan Tion, namun separuh hatinya, ia mengalami rasa lega yang luar biasa.
Roda kehidupan terus berjalan, tak peduli peristiwa apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita. Untunglah ada Kaka, sahabatnya yang antik itu, yang selalu mengisi hari-harinya dengan kekonyolan luar biasa sehingga Rona nyaris tak pernah sempat untuk bersedih.

Dimulai dengan sandiwara sebagai pacar bohongan, Rona dekat dengan laki-laki itu. Pertemuan demi pertemuan baik yang tak sengaja maupun yang sengaja diciptakan. Laki-laki gebetan adiknya. Laki-laki yang tak pantas untuknya itu akhirnya menjadi pacarnya. Backstreet? Gila. Untuk perempuan seumuran Rona, backstreet bukanlah jalan luar. Kenyataannya itulah yang mereka lakukan.

Laki-laki baik pastilah berasal dari didikan yang baik. Perhatiannya, kasih sayangnya dan segala yang ada di dirinya membuat Rona tergila-gila hingga tak sempat untuk memikirkan segala resiko yang dihadapinya. Kecelakaan. Pertemuan dengan Rema dan Ibu. Mengubah segalanya. 

“Dunia ini panggung sandiwara... punya satu sutradara, punya satu produser. Kita nggak bisa pilih peran. Kita bahkan nggak tahu cerita apa yang ada di skrip kita. Apalagi endingnya..... Nggak satu manusiapun yang tahu apa ending dari setiap cerita yang kita peranin di panggung dunia yang besar ini. Termasuk kita"

***

Buku novel yang satu ini sangat asyik untuk dinikmati. Ia dapat membawa pembacanya larut dalam setiap peran yang ada di dalam buku itu. Ikut tertawa dengan segala kekonyolan dan kelucuan di dalamnya. Bahkan ikut menangis disaat pertemuan kembali Rona dan Tama.

Mia menuliskanya dengan sangat manis. Jujur dan apa adanya. Bahasa yang mengalir membuat pembaca semakin hanyut dalam setiap babnya. 

Dari segi penulisan, buku ini nyaris sempurna. Tidak ada kesalahan ketik satupun yang bisa ditemukan. Kejadian demi kejadian runut dan tersambung dengan baik. Namun sayang, tampilan covernya kurang menarik sehingga banyak pembaca yang terkecoh. Walau jika diteliti lagi, tampilan cover itu adalah moment di mana Tama dan Rona merayakan satu bulan jadian mereka di puncak.

Sooo... two tumb buat buku ini.   
Salut untuk Mia Arsjad. Aku sangat suka. 
Besok langsung cari buku ini buat dijadikan koleksi. 
Semoga aja masih ada di toko-toko buku mengingat tahun terbitnya sudah cukup lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar